Arti Kata Buatku

Banyak yang bilang, kata-kata tidak berarti apa-apa dibandingkan tindakan. Kata-kata tidak sepenting itu. Kata-kata mudah diucapkan lalu dimainkan. Kata-kata mudah diingkari lalu tidak menjadi arti.

Tapi, tidak begitu denganku.

Semakin aku dewasa, semakin banyak aku bertemu dengan pribadi-pribadi yang berbeda denganku. Beberapa kali, aku terjebak dalam situasi yang kurang menyenangkan karena salah mengartikan makna dari tindakan mereka. Pada saat itu, aku masih berpikir tindakan A pasti dilakukan karena alasan A. Aku tidak pernah berpikir tindakan A dilakukan karena alasan B, sesederhana karena aku tidak memikirkan kemungkinan yang tidak ada di kepalaku. Terus berulang hingga seringkali, akupun dirugikan oleh caraku itu.

Sampai akhirnya di suatu titik aku sadar, bahwa setiap manusia memiliki cara pandang yang berbeda. Suatu tindakan tidak selalu memiliki makna yang sama bagi setiap pribadi. Semua bergantung kepada persepsi masing-masing. Perbedaan persepsi dapat mengubah arti. Padahal kesamaan arti, adalah hal yang penting untuk hidup berdampingan. Bukankah itu membingungkan? Bagaimana kita bisa hidup berdampingan, kalau arti hanya dinilai dari tindakan? Tanpa menyelami landasannya yaitu pikiran?

Aku mulai menyadari makna dari kata-kata. Bahwa sesungguhnya, kata-kata sama pentingnya dengan tindakan. Kata-kata dapat menjelaskan makna tindakan yang ada dalam hati. Kata-kata mampu menjadi jembatan atas segala perbedaan yang mungkin terjadi. Kata-kata membantu satu pribadi memahami pribadi yang lain. Kata-kata membuat hidup berdampingan menjadi mungkin. Kata-kata membantu membunuh asumsi.

Sedikit demi sedikit, aku belajar menghargai kata-kata. Apalagi, aku juga sadar, semakin bertambah umur, sesungguhnya tidak mudah untuk menyuarakan isi hati. Aku belajar menghargai suara hati. Dan tentunya belajar menyuarakan isi hati.

Tindakan memang sangat penting. Tapi manusia bukan pembaca pikiran. Bukan pula pembaca isi hati. Untuk saling memahami, mulanya tentu perlu diuraikan dengan kata-kata.

Tentunya tidak semua kata-kata memang benar bermakna sesungguhnya. Manusia tetap perlu melindungi hati dengan waspadanya. Waspadaku adalah mempercayakan hatiku untuk menilai setiap kata. Karena aku percaya, setiap kata bermakna datangnya dari hati dan akan menyentuh hati, meski akal terkadang menghalangi untuk percaya seutuhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s