Tetap

Aku memang mudah berubah.
Suatu waktu aku penuh suka.
Untuk kemudian aku marah.
Lalu setelahnya aku dirundung duka.

Aku memang mudah berubah.
Suatu waktu aku lepas tertawa.
Untuk kemudian aku kecewa.
Lalu setelahnya aku menangis sejadinya.

Seperti orang tidak waras,
dengan emosi yang meluap-luap,
grafik emosiku turun naik tidak beraturan, katanya.

Aku tidak mengelak
Apalagi memberikan pembelaan.
Bahkan aku tau bahwa aku melelahkan.
Dan butuh perbaikan.

Hanya saja aku sedikit berharap,
bahwa bukan saja mudah berubahku yang dapat dilihat.
Namun juga hal yang selalu tetap sama agar mampu terlihat.
Yaitu rasa aku untuk kamu yang selalu menetap.
Dalam jumlah yang tidak berubah.
Saat suka, duka, tawa, kecewa, bahkan marah.

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s